SEJARAH

POTRET PC PMII KABUPATEN BANDUNG

Pada tahun 1987 Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung berdiri. Beberapa kader militan telah melimpahkan kegelisahan atas statisnya dinamika kemahasiswaan organ ini dengan melakukan ekspansi lintas sektoral.

Berangkat dari strategi itulah, PMII yang pada awalnya hanya atas nama Bandung terbagi menjadi dua wilayah, yakni Kotamadya dan Kabupaten Bandung. Tentu saja, dalam hal ini sangat berimplikasi pada pola gerakan yang dibangun pada masing-masing wilayah. Termasuk proses kaderisasi yang sangat menentukan eksistensi PMII dari generasi ke generasi.

PMII Cabang Kabupaten Bandung yang kini genap telah memasuki usia 20 tahun sudah memiliki 4 komisariat (basis PMII di tingkatan kampus), yakni PMII Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, PMII Komisariat Sekolah Tinggia Agama Islam (STAI) Baitul Arqom Ciparay, PMII Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Beleendah Bandung dan PMII Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yamisa Kertasari Kab.Bandung juga memiliki komisariat persiapan yaitu : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Falah Cihampelas Kab. Bandung Barat, AMIK Al-Ma’soem, STAI Attaqwa, Sekolah Tinggi Ilmu Kedokteran (Staikindo), dan STT Telkom Bandung.

Secara kuantitas dari periode ke periode terus bertambah, secara keseluruhan jumlah kader aktif PC PMII Kabupaten Bandung sekarang ini kurang lebih 500 orang yang tersebar pada masing-masing komisariat, yang terdiri dari 300 orang pada komisariat UIN SGD, 150 orang komisariat STKIP Bale Bandung, 100 orang komisariat STAI Baitul Arqam, dan 100 orang pada komisariat STAI Yamisa.

Meskipun demikian, hambatan dan kekurangan organisasi ini selalu ada, terutama pada fasilitas organisasi yang menyangkut sarana dan prasarana sebagai intrumen terpenting dalam setiap organ gerakan mahasiswa.

Minimnya fasilitas organisasi ini sangat menjadi hambatan yang berarti bagi kami, salah satunya keberadaan sekretariat yang hingga kini belum menetap secara permanen. Meski pada awalnya, kami memiliki sebidang tanag untuk membangun rumah (sekretariat) dengan uluran 150 meter persegi namun sampai kini nasibnya masih simpang siur, sebab fakto pendanaan yang sulit didapatkan.

Maka sebagai realitas tanggung jawab moral itu, kiranya kami perlu membuka diri untuk urung rembuk semua pihak dalam bentuk bantuan apapun demi organisasi tercinta ini.


Ketua Umum dan Sekretaris Umum

PC PMII Kabupaten Bandung Dari Masa Ke Masa

1. Periode I, 1987-1988 Ketua Umum : Suryana

Sekum : Aub Ahmudin

2. Perode II, 1988-1989 Ketua Umum : Tb. Ahfaz Fauzi

Sekum : Aan Hermawan

3. Periode III, 1989-1991 Ketua Umum : Asep Saepudin Abdillah

Sekum : Ahmad Sanusi

4. Periode IV, 1991-1992 Ketua Umum : Ahmad Sanusi

Sekum : Asep Khoerul M.

5. Periode V, 1992-1993 Ketua Umum : Dadang Karim

Sekum : Daruri NJ.

6. Periode VI, 1993-1994 Ketua Umum : Komarudin Taher

Sekum : Slamet Edi

7. Periode VII, 1995-1996 Ketua Umum : Imron Rosyadi

Sekum : Endang Suherman

8. Periode VIII, 1996-1997 Ketua Umum : Ahmad Rifa’i Daim

Sekum : Ede Komala

9. Periode XI, 1997-1998 Ketua Umum : Nandang Abdurahim

Sekum : Jalaludin

10. Periode X, 1998-2001 Ketua Umum : Muhammad Yusuf (Coevenx)

Sekum : Ujang Rohman

11. Periode XI, 2001-2002 Ketua Umum : Zaeni Shofarie

Sekum : Andre Taufik H

12. Periode XII, 2002-2004 Ketua Umum : Andre Taufik H

Sekum : Ai Maryati Sholihah

13. Periode XIII, 2004-2005 Ketua Umum : Saeful Rahman

Sekum : Wawan Gunawan

14. Periode XIV, 2005-2007 Ketua Umum : Usep Kiki Zulkipli

Sekum : Ucu Memet

15. Periode XV, 2007-2008 Ketua Umum : Edi Rusyandi

Sekum : Ahmad Labudi

16. Periode XVI, 2009-2010 Cepi A (KLB) / Khaerul Umam

Sekum : Deden Ridwan SF

11 Komentar (+add yours?)

  1. WIBOWO SOESILO
    Nov 09, 2007 @ 14:14:51

    Salam tu’ sahabat PMII di SONOOOOO.. Istiqomah Slalu, dari Komisariat Universitas Muhammadiyah Bengkulu (ketua)

    Balas

  2. WIBOWO SOESILO
    Nov 09, 2007 @ 14:16:15

    O ya… BESOK PC PMII KOTA BENGKULU AKAN NGADAIN KONFERCAB, DOANYA… MOGA AGENDA KAMI SUKSES……

    Balas

  3. coevenk
    Mar 14, 2008 @ 11:33:04

    Halo Redaksi Cyber PMII Kab. Bdg,
    Koreksi dikit dong….??
    Namaku bukan Ahmad Yusuf (emangnya si Cakru..!! ;-0 tapi MUHAMMAD YUSUF (Ketum Periode 1999-2001 gitu loch…ok. Di tunggu koreksinya yach..!!!
    Thanks
    Coevenk.😉

    Balas

  4. pmiibandung
    Mar 15, 2008 @ 12:58:12

    kang coevenk maaf…salah nama gak bermaksud mengganti namanya kan???sering2 berkunjung dan kasih komentar ya…emang betul kita bukan cabang cadangan. kita akan berusaha jadi cabang terbaik..minta doanya aja ya kang. kalau bisa kirim tulisan juga ya…kami tunggu. hatur nuhun. kemana aja nih???

    Balas

  5. Tedi Setiadi
    Des 18, 2008 @ 19:05:50

    emang susah jadi manusia saat ini. Karena sekarang ini katanya zaman edan, kalo nggak ikut edan nggak keduman. Makanya banyak anggota dewan yang makan dana siluman. Bahkan ketika ada anggota dewan yang terkenal ‘putih’ diingatkan agar jangan ikut-ikutan, tapi katanya dana itu sayang jika tidak dimanfaatkan, untuk modal bergerak dalam perjuangan. Maka sudah dike manakankah sosok iman, yang seharusnya Qur’an dan Sunnah jadi pedoman, yang bukan hanya semangat dan indah saat diucapkan, dalam kajian – kajian rutin pekanan.
    Katanya zaman kiwari, kalo nggak jual diri nggak makan nasi. Makanya sekarang banyak anak – anak gadis jual diri. Isteri – isteri buka ‘lapak’ dengan alasan bantu suami. Bahkan ada yang lebih parah sang ibu kandung jadi mucikari. Karena langganannya adalah para anggota Dewan yang baik hati. Dengan alasan membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di negeri ini. Apakah mereka sudah tidak punya harga diri, umbar aurat hanya demi sesuap nasi, seolah sudah tidak ada jalan keluar lagi, seolah jika tidak melakukan itu mereka akan mati. Bukankah rezeki sudah ditetapkan oleh Sang Robbul Izzati. Tinggal bagaimana langkah kita untuk menjemput rezeki. InsyaAllah rezeki yang halal itu telah menanti.
    Katanya zaman gila, kalo nggak gila nggak bahagia. Makanya keluarlah prinsip jika ada kesempatan kita sikat saja. Halal haram sudah dilupa. Uang korupsi dibilang untuk bisnis jualan permata. Yang penting rumah megah ada dua, mobil mewah ada lima serta banyak tanam modal dalam reksadana. Lupakah mereka bahwa dunia ini hanya sementara, dunia yang sifatnya fana, hanya menunggu saat berakhirnya. Bukankah kabar gembira telah datang kepada mereka, akan adanya syurga yang siapapun akan kekal didalamnya. Maka mengapa mereka tidak tergoda untuk masuk kedalamnya.
    Katanya zaman gendeng, kalo nggak sableng nggak dianggap gayeng. Makanya ada motto buat apa hidup dibikin puyeng. Buat apa harus terikat dengan aturan agama untuk hidup yang nggak langgeng. Ngegele di kamar kost dan pergaulan bebas barulah greng. Apakah mereka tidak mudeng? Bahwa perbuatan mereka hanya memuaskan para pemilik modal yang berotak gendeng.
    Katanya zaman mbeling, kalo nggak clubbing nggak dianggap orang penting. Makanya banyak orang yang hobi minum topi miring. Ada ayah yang menggauli anaknya sampai bunting. Berbuat amanah bukan lagi hal yang penting. Akibatnya banyak Anggaran Negara dan Anggaran Daerah yang digunting. Yang penting keluarga dan rekan kerja puas main banking, tak peduli banyak rakyat yang bunuh diri karena pusing. Lupakah mereka dengan hari yang genting. Di Yaumul Hisab kala amal mereka ditimbang ternyata banyak yang garing, dengan hadiah azab neraka yang mendengarnya saja bikin bulu kuduk merinding.
    Katanya zaman sedeng, kalo nggak sedeng nggak digandeng. Makanya banyak pemimpin yang tutup mata kala banyak pengusaha membangun bedeng. Bedeng untuk jual miras dan lokalisasi berbuat sedeng. Karena merekalah yang mensuplai dana kampanye Pilkada dan Pemilu untuk para Kanjeng. Sehingga setelah terpilih seolah mata mereka tertutup hordeng. Harusnya mereka tahu bahwa jabatan sebenarnya bagaikan kaleng, yang ketika diinjak kaki pastilah gepeng. Maka ketika menjabat seharunya mereka menutup bedeng – bedeng, yang membuat masyarakat berbuat sedeng.
    Katanya zaman kalabendu, orang yang berbuat lurus dianggap lucu. Makanya KKN adalah motto hidupku. Sekolah dan guru jualan buku, yang wajib dibeli oleh para wali murid yang pasrah mati kutu, padahal mereka lagi pusing untuk bayar SPP bulan lalu. Sedangkan mereka sudah digaji dari pajak rakyat jenis ini itu. Seharusnya mereka bahu membahu, untuk menghilangkan kebodohan yang sudah membeku, yang dirintis oleh para penjajah sejak ratusan tahun lalu. Sehingga ketika ditanya oleh Allah Yang Maha Tahu, sudahkah menunaikan kewajiban atas jabatanmu itu. Maka senyum merekah akan hadir dari bibirmu, lantas berikan bukti jutaan anak didik yang sekarang tunduk menyembah kepada Allah Yang Satu.
    Katanya zaman burik, jadi orang baik malah dihardik. Maka ketika nasehat diucapkan yang terjadi adalah polemik. Guru tak mau mendengarkan kebenaran dari anak didik. Tetangga tak mau diingatkan bahkan yang menasehati dibilang udik. Anak mengingatkan orang tua malah dibawaan badik. Bukankah Rosulullah datang untuk meningkatkan akhlak manusia menjadi baik. Buahnya adalah hubungan antara sesama adalah ibarat kilauan pelangi yang menarik. Sehingga ketika nasehat datang seharusnya yang terucap adalah labbaik.

    By: Tedi Setiadi (Permata Intan Garut UIN SGD)

    Balas

    • Furqon
      Sep 25, 2014 @ 13:24:57

      Katanya zaman pencitraan. Biar bohong asal kesampaian.Walau mesti gusur-menggusur katanya untuk ketertiban. Walau gusur-menggusur alasannya untuk keindahan. Tak peduli anak-anak rakyat kecil harus makan. Walau rumah rakyat digusur katanya untuk penghijauan. Biar cantik sesuai eco district, padahal menyimpang dari eco district. Sementara kewajiban ditinggalkan. Sementara kesejahteraan rakyat dibiarkan. Habis nafsu ambisi ngga ketulungan. Rakyat mondar-mandir mencari pertolongan. Tapi tak satupun mau mendengarkan. Bagai berlari antara safa dan marwah. Berharap pertolongan Tuhan

      Balas

  6. asep kadarusman
    Des 27, 2008 @ 14:08:11

    salam pergerakan….sebagai orang yang lahir dari rahim NU, saya merasa bahwa PMII adalah tempat berteduh dan bersinggah untuk melanjutkan perjalanan yang masih sangat jauh. disamping bersinggah ternyata saya banyak diberi bekal oleh mereka yang ternyata ikut singgah juga.! khalayak berkata “buat apa kamu singgah disana, tempatnya gersang dsb”. akan tetapi saya jawab celotehan mereka bahwa lebih baik minum jamu, walau terasa pahit tapi badan menjadi segar, daripada minum sirup marjan rasa apel hijau, nantinya sakit dikemudian hari..
    salam buat sahabat PMII dimanapun berada..1

    Balas

    • Furqon
      Sep 25, 2014 @ 13:29:22

      Bersatulah untuk kekuatan. Jangan biarkan diri menjadi busa di lautan. Jadilah ombak yang selalu menggelora, karena bintik-bintik airnya tak terpisahkan. Berjuang dan tolong menolong dalam kebaikan. Berjuang dalam amar ma’ruf nahyi munkar.

      Balas

  7. mochamad iqbal latif
    Feb 14, 2009 @ 11:53:16

    salam pergerakan……saya dari komisariat baitul arcom mendukung ada nya cabang yang di pimpin oleh komisariat lokal alias asli bandoenx bukan negari…..

    Balas

  8. ahmad sanusi
    Nov 28, 2011 @ 13:53:03

    assalamu’alaikum wr. wb.
    bagi seluruh keluarga besar PMII Kab. Bandung, saya ucapkan SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARAM 1433 H. Semoga sahabat-sahabat tidak pernah lelah berjuang!
    terima kasih atas kemajuan PC PMII Kab. Bandung punya web sendiri. sekali-kali saya ikut silaturrahim. he he.
    (kang Ahsan Mantan Ketum PC PMII Kab. Bandung Periode IV).

    Balas

  9. Gustav Reynaldi
    Des 09, 2011 @ 05:38:33

    saya Gustav Reynaldi kader PMII komisariat UIN SGD cabang Kabupaten Bandung Rayon adab dan humaniora…… merasa bangga telah mengenal PMII kabupaten bandung yang telah memberikan banyak ilmu kepada saya…
    semoga PC PMII KABUPATEN BANDUNG kedepannya lebih maju lagi dan sahabat-sahabat menjadi semakin cerdas…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: