“Gadjah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, Gus dur mati meninggalkan semangat dan cita-cita ”

Rabu, 30 Desember 2009, menjadi saksi bisu diantara isak tangis manusia mengiringi sosok mulia nan berani, pembela kaum lemah, penyayang kaum papa, penyeimbang peradaban serta Pendobrak Kemapanan absurd, iyalah Abdurrahman Wahid. beliau secara fisik meninggalkan kita semua di alam fana ini, namun ajaran, semangat serta cita-citanya masih akan terus kita lanjutkan.