28 Oktober menjadi momentum sejarah lahirnya semangat kebersamaan untuk memperjuangkan kemerdekaan, pekikan itu akan terus menggema selagi kaum muda sadar akan tanggung jawabnya untuk melanjutkan perjuangan memerdekakan bangsa ini seutuhnya, merdeka dari intervensi pihak asing, merdeka untuk berkarya dan berdikari dengan kemampuan kita sendiri dan merdeka untuk memperjuangkan kebenaran dan menghapus segala bentuk diskriminasi dan pembudakan atas nama apapun….
dan malam itu 27 Oktober 2009 tepat di Bundaran Cibiru yang mereka sebut Bundaran Perjuangan Puluhan kaum muda yang mengatasnamakan diri kelompok seni SANGGAR OBOR anak sayap gerakan budaya dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kab. Bandung, secara sadar berekspresi lewat lantunan puisi, sajak, teriakan, dan beratus macam aksi lainnya, sebagai upaya sistematik untuk terus menjaga gelora perjuangan kaum muda dalam sanubari untuk memerdekakan negeri dengan apapun yang mereka bisa.
Malam obor 1000 puisi coba menjadi tema dalam kegiatan itu, berbagai seniman jalanan turut diajak rembug soal opini mereka melihat bangsa dan menatap masa depan mereka,….tak ada kesimpulan, tak ada solusi yang ada adalah semangat itu tetap ada, menyala dan membara. menyulut apa saja yang hendak menghanguskannya.
malam itu, semua berwarna, berbaju beda, berlatar belakang tak sama, tapi kalian akan sulit membedakan merahnya darah mereka dan putihnya tulang mereka karena mereka tak bisa dipisahkan, sejatinya adalah satu NYAWA…

SALAM SATU NYAWA….SANGGAR OBOR PMII KABUPATEN BANDUNG