Dakwah bagi umat Islam merupakan ruh dari agama itu sendiri, karena sejatinya dkawah adalah bagaimana kita mengajak orang lain untuk mengikuti pemahaman yang kita berikan kepadanya. salah dalam berdakwah maka akan berakibat pula salah dalam praktek beragama (menjalankan ajaran agama). dalam konteks Indonesia yang merupakan negara yang plural, memungkinkan banyaknya peham keberagamaan yang berbeda. perbedaan cara pandang beragama merupakan sunatullah, bahkan Rasulullah menganggap itu sebagai sebuah rahmat. tinggal bagaimana dari perbedaan itu dapat kta pahamai sebagai satu kekuatan kita untuk lebih memperkaya pengetahuan tentang kebenaran agama yang nisbi untuk mencapai kebenaran hakiki dari agama itu sendiri. saking pentingnya dakwah dalam agama, maka sangat dibutuhkan suatu cara/metodologi berdakwah yang bisa mendamaikan situasi di tengah beragamnya latar belakang suku dan budaya di Indonesia. Islam agama yang rahmatan lil alamin, mengajarkan dalam Al-Qur’an bagaimana kita semestinya berdakwah. yang pertama dengan cara yang bijaksana, artinya kita substansi dakwah yang akan disampaikan harus disampaikan sesuai dengan kondisi dan situasi yang si penerima dakwah itu. kedua dengan kata-kata yang baik (mau’idzoh hasanah), perkataan yang baik nan menyejukan hati akan berimplikasi pada perilaku si penerima dakwah. dan yang ketiga berdebatlah dengan cara yang baik, dalam taraf tertentu adakalanya si penerima dakwah menolak ajakan dakwah kita dan mengajak berdebat dengan sang da’i, maka ketika terjadi perdebatan, maka debatlah ia dengan baik. baik disini artinya apa yang kita sampaiklan harus argumentatif dan dapat diterima oleh akal sehat dan bukan atas dasar nafsu.
akhirnya semoga paparan yang sedikit ini dapat menjadi bagian dari solusi menuju kehidupan yang lebih tenang dan kondusif. (red)