“Alhamdulillah…” kalimat itu terucap dari seorang ketua Umum PC PMII Kabupaten Bandung, setelah acara syukuran Kantor baru cabang yang dikombinasikan dengan acara refleksi Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kamis(16/7/2009). dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa kader PMII jangan pernah lupa akan sejarah dan peristiwa-peristiwa penting dalam Islam seperti Isra’ Mi’raj, karena menurutnya hal itu akan menjadi cermin bagi kader PMII dalam mengambil langkah gerakan, ia juga menambahkan bahwa tradisi-tradisi keagamaan yang dapat memacu rasa tadzkir kita kepada Tuhan dan Rasul harus kita lestarikan seperti tradisi tahlil dan marhaban.
Acara yang dihadiri puluhan kader PMII Kabupaten dari berbagai Komisariat dan rayon tersebut diawali dengan diskusi refleksi Isra’ Mi’raj dengan pembicara Bapak H. Imron Rosyadi, M.Ag selaku alumni PMII Kabupaten Bandung yang juga menjabat sebagai kepala Urusan Agama Islam (Uraisy) Kandepag Kabupaten Bandung, kamudian diskusi dilanjutkan dengan pemateri sahabat Andre Taufik,S.Sos.I. selaku mantan Ketua Umum PKC Jawa Barat yang juga senior PMII Kabupaten Bandung dan sekarang manjadi aktivis muda bandung. dalam paparannya, masing-masing pemateri mangungkap spirit-spirit perjuangan Rasulullah dalam melaksanakan perjalanan Isra’ dan Mi’raj, perjuangan yang tentunya juga tak kenal lelah dan putus asa. Menurut pembicara spirit tersebut harus menjiwai setiap langkah gerak kader PMII Kabupaten Bandung, sehingga dakwah yang dibangun ditengah masyarakat akan sesuai dengan semangat perjuangan Rasulullah dalam menegakan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. masih menurut mereka hal ini penting dilakukan ditengah arus globalisasi yang memungkinkan adanya pemahaman-pemahaman baru keagamaan yang justru kontraproduktif bagi perkembangan islam di Indonesia, karena Islam Indonesia bukan Islam Arab, Mesir atau yang lainnya, Elaborasi nilai Islam dengan budaya lokal memungkinkan tumbuhnya Islam yang bercorak keIndonesiaan.
setelah acara refleksi tersebut selesai, kemudian acara dilanjutkan dengan tahlil dan marhabaan yang merupakan tradisi keagamaan Islam Indonesia yang dipimpin oleh sahabat Dede Khoerudin dan dilanjutkan dengan BoTRamm dan makan bersama.(red_)