BANDUNG – Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung mendatangi Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat (PWNU Jabar), di Jalan Sancang No.8 Bandung. Mereka mengecam pengurus NU Jabar yang mengatasnamakan organisasi NU untuk mendukung salah satu pasangan calon dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar.

“Keputusan NU itu jelas keliru, berarti NU telah melanggar khitah (ketentuan) dengan telah mendukung salah satu calon. Seharusnya NU itu jangan berpihak pada salah satu calon. Sekalipun mendukung, ya atas nama pribadi jangan membawa-bawa organisasi,” ujar Koordinator aksi, Edi Rosyandi dalam orasinya, Senin (18/2/2008).

Sebelumnya, Sabtu 16 Februari lalu, pengurus NU Jabar memberikan dukungan untuk pasangan calon gubernur Dani Setiawan dan Iwan Sulanjana dalam acara yang berlangsung di Cihampelas, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Oleh karenanya, PMII meminta agar PWNU Jawa Barat segera mencabut langkah politik tersebut.

“Kami mengimbau pada warga NU di Jabar agar tidak mengikuti langkah yang dilakukan oleh para pengurus NU Jawa Barat yang telah mendukung pasangan calon Dani-Iwan,” teriaknya lagi.

Aksi yang dimeriahkan dengan salawat nabi dengan iringan musik rebana dan gitar itu, juga menuntut pada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera memberikan sanksi organisasi pada NU Jabar karena dinilai salah langkah dalam berpolitik.

“PBNU segera berikan sanksi organisasi buat PWNU Jabar, karena mereka telah salah langkah dalam berpolitik,” kata Edi lagi sambil diiringi kibaran bendera PMII.

Aksi kecaman buat NU Jabar ini sempat membuat lalu lintas di depan Jalan Sancang tersendat. Sebab tak satupun petugas kepolisian melakukan pengawalan. Hingga pukul 12.15 WIB aksi unjuk rasa ini masih berlangsung. okezone.com (lut)(fit)