Tindakan makar yang dilakukan mengatasnamakan agama jelas sangat bertentangan dengan substansi dari agama itu sendiri, dari segi maknanya a = tidak, gama = kacau berarti agama hadir untuk menciptakan masyarakat yang tidak kacau. namun gerakan beberapa kelompok yang mengatasnamakan agama dengan dalih membela kepentingan Tuhan yang membunuh saudaranya sendiri dengan cara bom bunuh diri jelas sangat jauh dari syariat Islam. Islam mengajarkan satu tindakan ajakan / dakwah dengan cara hikmah / bijaksana bukan dengan menghilangkan nyawa yang justru melanggar maqaashid/tujuan syariat yang lima yakni : menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga keturunan dan menjaga akal.
Membunuh berarti meniadakan nafs / jiwa, harta, dan akal. ha; ini jelas sangat bertentangan dengan tujuan diberlakukannya syariat (maqaashidusyariah).
Kejadian makar seperti BOM bunuh diri, Korupsi, Diskriminasi serta Penghakiman Kafir terhadap orang atau kelompok lain jelas termasuk tindakan yang bertentangan dengan tujuan syariat di atas. Oleh karena itu diperlukan suatu pemahaman yang komprehensif oleh semua fihak dalam memahami suatu ajaran agama agar kita tidak terjebak pada kelompok manusia yang mengatasnamakan syariat namun bertentangan dengan tujuan syariat itu sendiri.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dengan ini mengutuk tindakan BOM bunuh diri dan menyatakan bahwa Pancasila adalah final sebagai asas dan falsafah bangsa Indonesia. Islam dan Alqur’an tempatkanlah pada posisi yang paling tinggi diatas falsafah negara karena Ia lahur dari sesuatu yang Tinggi yang memiliki nilai yang tinggi pula.
(redaksi)