Kab. Bandung (Red). Syukur Alhamdulillah, patut dipanjatkan atas terselenggaranya dua agenda besar kaderisasi, yakni Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII Rayon Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Cab. Kab. Bandung, yang diselnggarakan dari tanggal 20-22 Nopember 2009, bertempat di Pondok Pesantren Sirojul Huda, Soreang Kab. Bandung. sekitar 50an peserta telah resmi menjadi anggota dan bagian dari PMII Kab. Bandung. Agenda Kaderisasi (MAPABA) ini merupakan gerbang awal masuk organisasi PMII, dengan menanamkan nilai-nilai keorganisasian, diharapkan dari kegiatan ini, sahabat2 anggota baru dapat menjadikan PMII menjadi organisasi pilihan hidup mereka, sehingga apa yang didapat mampu diaplikasikan dilingkungan dimana mereka beraktivitas.
di saat yang sama tepatnya hari Minggu, 22 Nov 2009 menjadi tonggak sejarah baru Bagi Komisariat Baitul Arkom, setelah mengadakan Rapat Tahunan Komisariat (RTK) dan telah terpilih ketua baru yakni sahabat Dayan. semongga dengan terpilihnya kepengurusan yang baru, progresivitas pergerakan Komisariat Baitul Arkom lebih masiv dan mampu menjadi bagian dari proses perubahan kondisi sosial ke arah yang lebih baik.
dalam acara yang cukup khidmat tersebut, diisi berbagai acara, dengan MC sahabat UUS, pembacaan ayat suci Al-Qur’an sahabat Maushuludin, sambutan ketua Panitia dan dari Ketua Cabang PMII Kab. Bandung Sekaligus membuka acara RTK tersebut.
acara yang sedianya dimuali pada pukul 13.00 karena ada kendala teknis akhirnya dimulai pada pukul 14.00, dan dapat berjalah dengan tertib dan lancar.
dalam sambutannya Ketua PC PMII Kab. Bandung, meminta kepada peserta RTK untuk mengikuti acara ini dengan khidmat karena RTK merupakan forum tertinggi dalam komisariat, beliau juga menambahkan kepada peserta untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai persoalan organisasi, “berani berorganisasi berarti berani untuk bertemu dan berteman dengan masalah-masalah, sehingga masalah dijadikan sebagai soko guru untuk menata kehidupan yang lebih baik”, tuturnya.
beliau juga menambahkan tentang pentingnya pemahaman Aswaja sebagai Manhaj al-Fikr, karena itu merupakan bengunan metodologi berfikir yang mesti dilakukan oleh anggota dan kader PMII.
OK, semoga kedua acara itu dapat membawa berkah untuk kemajuan PMII, “salam tengan terkepal dan maju ke muka,…lawan!”.

About these ads