Catatan Maulid

1 Komentar

Oleh: Wawan Gunawan (Direktur Arass Institut dan Peneliti Aktif)

ADUH..
Untung Kanjeng Rasul orangnya baik dan bijaksana. Beliau menerima cinta kepadanya dalam bentuk apa saja. Padahal, saat berulang kita menyebut bahwa betapa kita mencintainya, seiring dengan itu kita khianati ajarannya. Kita hanya melulu mengaku cinta, menyangka hanya cukup dicakap. Padahal kita tahu, seharusnya seorang pecinta bertekuk lutut tanpa syarat melakukan apa yang disukai oleh orang yang dicintainya. Tetapi percintaan kita dengan Kanjeng Rasul agak aneh, Lagi

Mencuci Otak Pencuci Otak NII

2 Komentar

oleh Agus Sunyoto pada 06 Mei 2011 jam 21:46

Mencuci Otak Pencuci Otak NII

Gara-gara tidak pulang ke rumah dan tidak muncul di kampus selama sepekan, Sufi Sudrun dicari anak-anak dan isterinya ke pesantren. Pasalnya, sebelum pergi Sufi Sudrun yang aktif membina anak-anak jalanan sempat bercerita kepada beberapa orang anak binaannya bahwa ia akan mengikuti kegiatan mahasiswa membincang NII. Kepada Guru Sufi, isteri dan anak-anak Sufi Sudrun menyampaikan kekhawatiran mereka tentang kemungkinan suami dan ayah mereka jadi korban pencucian otak NII. “Kami tidak bisa membayangkan, Mbah Kyai, kalau bapak sampai jadi korban cuci otak NII,” kata Mahmud, anak sulung Sufi Sudrun,”Sejak bapak mengajukan pensiun dini, kami sudah kesulitan komunikasi dengan beliau. Bagaimana nanti jika bapak dicuci otaknya oleh NII, bisa-bisa kami Lagi

Gerakan Radikal Bukan Ciri Islam Indonesia

Tinggalkan komentar

Tindakan makar yang dilakukan mengatasnamakan agama jelas sangat bertentangan dengan substansi dari agama itu sendiri, dari segi maknanya a = tidak, gama = kacau berarti agama hadir untuk menciptakan masyarakat yang tidak kacau. namun gerakan beberapa kelompok yang mengatasnamakan agama dengan dalih membela kepentingan Tuhan yang membunuh saudaranya sendiri dengan cara bom bunuh diri jelas sangat jauh dari syariat Islam. Islam mengajarkan satu tindakan ajakan / dakwah dengan cara hikmah / bijaksana bukan dengan menghilangkan nyawa yang justru melanggar maqaashid/tujuan syariat yang lima yakni : menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga keturunan dan menjaga akal.
Membunuh berarti meniadakan nafs / jiwa, harta, dan akal. ha; ini jelas sangat bertentangan dengan tujuan diberlakukannya syariat (maqaashidusyariah).
Kejadian makar seperti BOM bunuh diri, Korupsi, Diskriminasi serta Penghakiman Kafir terhadap orang atau kelompok lain jelas termasuk tindakan yang bertentangan dengan tujuan syariat di atas. Oleh karena itu diperlukan suatu pemahaman yang komprehensif oleh semua fihak dalam memahami suatu ajaran agama agar kita tidak terjebak pada kelompok manusia yang mengatasnamakan syariat namun bertentangan dengan tujuan syariat itu sendiri.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dengan ini mengutuk tindakan BOM bunuh diri dan menyatakan bahwa Pancasila adalah final sebagai asas dan falsafah bangsa Indonesia. Islam dan Alqur’an tempatkanlah pada posisi yang paling tinggi diatas falsafah negara karena Ia lahur dari sesuatu yang Tinggi yang memiliki nilai yang tinggi pula.
(redaksi)

Memahami Agama melalui Dimensi-dimensinya

2 Komentar

Oleh : Khaerul Umam

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Makalah ini coba saya mulai dengan cerita pengalaman saya ketika ditanya kawan dekat saya. Ia bertanya, kenapa orang yang rajin beribadah ritual, seperti shalat lima waktu, puasa dan bahkan sudah naik haji, akan tetapi kurang memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Dia tidak sensitif melihat tetangganya yang kekurangan dan ketika dia dipinjam uang untuk keperluan saudaranya yang cukup mendesak, dia tidak mau menolongnya.
Belum lagi pertanyaan itu saya jawab, saya disuguhkan sebuah cerita dari kawan saya tentang kondisi sosial sebagian masyarakat kita yang cenderung anarkis dan represif dalam menyikapi isu-isu keagamaan dan perilaku keagamaan yang menyimpang, penyerangan terhadap tempat ibadah salah satu Lagi

MENGGADANG TIMNAS KE PIALA DUNIA. (Dari Macan Asia Menuju Garuda Dunia)

Tinggalkan komentar

Pasca kemenangan timnas Indonesia atas timnas Philipina dengan agregat gol 2-0, menjadikan timnas melaju ke babak final, suatu prestasi yang sangat dinanti oleh publik nasional, karena di tengah minimnya prestasi dan panceklik kebanggaan di tatar sepak bola Indonesia.
Pada babak final nanti Indonesia akan bermain tandang terlebih dahulu dan tiga hari kemudian bermain kandang di Gelora Bung Karno Senayan. Hal menarik yang patut diteliti dari prestasi timnas kita adalah Lagi

MEREKA BUTUH ULURAN TANGAN KITA

Tinggalkan komentar

“Tidak sempurna iman seseorang sebelum ia menyayangi saudaranya sebagaimana ia menyayangi dirinya sendiri”
al-hadits.
Atas nama PC PMII Kab. Bandung kami menerima bantuan sahabat-sahabat baik atas nama pribadi maupun instansi untuk kami salurkan bagi korban bencana banjir dan angin puting beliung di beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung, saluran barang dapat dikirimkan melalui alamat kami : Jl Manisi Gg, Keramat 3 No. 21 B rt 10/01 Kel. Cipadung Kec. Cibiru Bandung 40614. Bantuan uang dapat dikirimkan melalui rekening “BRI cabang Bandung A.H Nasution dengan nomor : 0354-01-003424-53-9 atas nama Khaerul Umam (Ketua Umum PMII Cabang Kab. Bandung)
Sedikit banyak bantuan yang sahabat berikan akan sangat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Semoga Tuhan memberikan balasan atas apa yang telah Lagi

INTRUKSI :

Tinggalkan komentar

Diinstruksikan kepada seluruh kader PMII Cabang Kab. Bandung (PC, PK dan PR) untuk melakukan penggalangan dana guna membantu korban bencana banjir dan angin puting beliung di Kabupaten Bandung, terhitung tanggal 19-26 September 2010, prioritas tempat penggalangan :
1. Kampus,
2. Kantor Pemerintah,
3. Jalan Raya Umum,dan
4. Perusahaan
Laporan pendapatan penggalangan di up-date dan dikirim ke Face Book “PMII Cabang Kab. Bandung”

Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.